October 10, 2026

Investor Absen, Peninjauan Data Center AI Jatiluhur oleh DPRD Jabar Batal

1719699787

PURWAKARTA, suaranews.co – Agenda peninjauan proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, oleh Komisi I DPRD Jawa Barat batal setelah perwakilan investor tidak hadir dalam pertemuan pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Mengutip laporan Pikiran Rakyat yang terbit Jumat, 9 Oktober 2026, pertemuan berlangsung di Aula Janaka, Kompleks Sekretariat Daerah Purwakarta. Alasan ketidakhadiran investor belum diketahui.

Komisi I akhirnya memperoleh penjelasan dari perangkat pemerintah kabupaten dan provinsi. Pembahasan mencakup perizinan, kebutuhan air dan listrik, serta tenaga kerja.

Perizinan Menjadi Syarat Kelanjutan Proyek

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan bahwa proyek milik BDx tersebut harus memenuhi persyaratan sebelum pekerjaan dilanjutkan.

“Amdalnya urusin dulu. Setelah amdalnya diurusin, PBG-nya urusin,” kata Saepul, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 3 Oktober 2026.

Menurut bupati, kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan diperlukan untuk menilai dampak pembangunan dan operasional pusat data. Selain itu, proyek membutuhkan Persetujuan Bangunan Gedung.

ANTARA melaporkan, seremoni peletakan batu pertama proyek AI Campus 2 berlangsung pada 22 September 2026. Proyek senilai Rp3,5 triliun tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta.

DLH Belum Menerima Informasi Resmi Investor Hengkang

Dalam laporan Pikiran Rakyat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta Erlan Diansyah menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai hengkangnya investor.

Erlan menjelaskan, pengurusan Amdal masih berjalan bersamaan dengan persiapan PBG. Namun, penerbitan PBG menunggu persetujuan Amdal.

Ia memperkirakan pengurusan Amdal dapat selesai dalam sepuluh hari setelah rapat 5 Oktober apabila tidak ada kendala. Perkiraan tersebut belum merupakan kepastian bahwa persetujuan telah diterbitkan.

Laporan yang sama belum memuat penjelasan langsung investor mengenai ketidakhadirannya dalam pertemuan.