October 12, 2026

Vera Novia Dampingi Stafsus Menteri Agama soal GKPS Cikopo, Suarakan Toleransi dari Generasi Z

IMG-20261012-WA0025

PURWAKARTA, suaranews.co – Vera Novia, yang diperkenalkan dalam bahan pemberitaan sebagai tokoh Generasi Z Purwakarta, menyatakan turut mendukung dan mendampingi Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, dalam menyikapi persoalan pembangunan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Cikopo, Purwakarta.

Melalui pernyataan tertulis yang menjadi bahan pemberitaan, Vera menekankan pentingnya menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, dan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

Ia menilai penghormatan terhadap hak beribadah merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kerukunan.

“Atas dasar itu, saya turut mendukung dan mendampingi Staf Khusus Menteri Agama, Aa Gugun Gumilar, dalam menyikapi persoalan pembangunan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Cikopo, Purwakarta,” ujar Vera dalam pernyataannya.

Bagi Vera, perbedaan keyakinan perlu dihadapi dengan kedewasaan.

Mengetahui bahwa masyarakat memiliki latar belakang agama yang beragam, menurutnya, perlu disertai pemahaman bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya.

Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan tidak menghalangi satu sama lain dalam beribadah.

Pandangan tersebut menjadi dasar dukungannya terhadap pendekatan dialog dalam menyikapi persoalan GKPS Cikopo.

Toleransi Terlihat dalam Sikap Sehari-hari

Vera memandang toleransi sebagai sikap yang perlu diwujudkan ketika seseorang berhadapan langsung dengan perbedaan.

Karena itu, penerimaan terhadap keberagaman perlu tercermin dalam cara memperlakukan orang lain.

“Bagi saya, toleransi bukan hanya soal menerima perbedaan, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap ketika berhadapan langsung dengan perbedaan itu,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa penghormatan terhadap keyakinan orang lain dapat berjalan bersama dengan keteguhan seseorang dalam memegang keyakinannya sendiri.

“Karena menghargai keyakinan orang lain tidak akan mengurangi apa pun dari keyakinan yang kita miliki,” kata Vera.

Dalam konteks persoalan pembangunan GKPS di Cikopo, Vera mendorong sikap yang memberi ruang bagi dialog.

Ia berharap perbedaan pandangan dapat dibicarakan dengan tenang, dengan tetap memperhatikan aturan yang menjadi dasar penyelesaian persoalan.

“Saya percaya, setiap persoalan perlu disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, serta tetap berpegang pada aturan yang berlaku,” ujarnya.

Menjaga Kerukunan sebagai Tanggung Jawab Bersama

Sebagai figur muda Purwakarta, Vera menyampaikan pandangan bahwa tanggung jawab menjaga kerukunan melekat pada setiap orang, meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.

“Kita mungkin tidak memiliki keyakinan yang sama, tetapi kita tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kerukunan dan menghormati hak sesama,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menempatkan penghormatan terhadap sesama sebagai pokok sikap yang ia bawa dalam pendampingan itu.

Vera berharap dukungannya dapat menjadi bagian dari upaya merawat toleransi melalui tindakan nyata.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antarmasyarakat di tengah perbedaan.

Menurutnya, kehidupan bersama perlu dibangun dengan kesediaan untuk menghormati martabat setiap orang.

“Semoga apa yang kita upayakan bersama bisa menjadi bagian kecil dari langkah untuk merawat toleransi dan menjaga keberagaman, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata,” katanya.

Vera menutup pernyataannya dengan ajakan untuk menempatkan rasa saling menghormati sebagai dasar hidup berdampingan.

“Karena pada akhirnya, hidup berdampingan bukan tentang siapa yang paling benar dalam perbedaan, melainkan bagaimana kita tetap bisa saling menghormati sebagai sesama manusia.”