HUT ke-62 Golkar Purwakarta, Santuni 62 Anak Yatim
PURWAKARTA, suaranews.co – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Purwakarta diisi dengan ziarah makam pahlawan, doa bersama, dan santunan kepada 62 anak yatim. Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Denhas Mubaraq, berharap momentum tersebut turut memperkuat solidaritas kader menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar.
Denhas menyampaikan bahwa ziarah makam pahlawan merupakan kegiatan rutin tahunan untuk mengenang jasa para pendiri Partai Golkar yang berstatus sebagai pahlawan nasional maupun daerah.
Selain ziarah, rangkaian peringatan diisi dengan doa bersama dan santunan kepada 62 anak yatim. Jumlah penerima santunan tersebut disesuaikan dengan usia Partai Golkar yang memasuki tahun ke-62.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Golkar di Kabupaten Purwakarta. Agenda ini memadukan penghormatan terhadap sejarah dengan kepedulian kepada masyarakat.
Denhas Mubaraq Berharap Musda Golkar Berlangsung Kondusif
Menjelang pelaksanaan Musda Golkar Kabupaten Purwakarta, Denhas berharap agenda organisasi tersebut dapat segera terlaksana dengan lancar dan kondusif.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarkader selama proses organisasi berlangsung. Menurut poin-poin keterangannya, kebersamaan menjadi salah satu hal penting untuk mempertahankan eksistensi Partai Golkar dan menjaga posisinya di tengah masyarakat.
Harapan tersebut menjadi perhatian tersendiri menjelang pergantian kepengurusan. Musda diharapkan dapat berlangsung dengan tetap mengedepankan kebersamaan dan menjaga hubungan antarkader.
Sebagai Ketua AMPI, Denhas turut menjadi bagian dari unsur organisasi kepemudaan yang berkaitan dengan lingkungan Partai Golkar. Namun, rincian mengenai peran AMPI dalam agenda Musda maupun program lanjutan belum dijelaskan dalam bahan wawancara yang tersedia.
Peringatan HUT ke-62 Partai Golkar di Purwakarta pun menjadi momentum untuk mengenang perjalanan organisasi, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga solidaritas kader dalam menghadapi agenda organisasi ke depan.
