August 6, 2026

Temui 150 Periset BRIN, Prabowo Tekankan Fakta dan Sains sebagai Fondasi Kemajuan Indonesia

presidenri.go.id-06082026190749-6a747915d70912.11414567-e1786018094283

JAKARTA, suaranews.co – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan Indonesia harus dibangun melalui keberanian menghadapi realitas, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kebijakan yang berlandaskan fakta.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat bertemu sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi dunia riset nasional. Untuk pertama kalinya, para periset dari berbagai daerah di Indonesia diundang ke Istana sekaligus membawa sejumlah inovasi strategis untuk dipamerkan secara langsung kepada Presiden.

Fakta Harus Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengajak jajaran pemerintahan dan komunitas ilmiah membangun budaya kerja yang berpijak pada kondisi sebenarnya.

Menurut Kepala Negara, fakta terkadang menghadirkan kenyataan yang tidak menyenangkan. Namun, kondisi tersebut tetap harus diterima sebagai dasar untuk melakukan evaluasi, menyusun kebijakan, dan menemukan jalan keluar dari berbagai persoalan bangsa.

Prabowo menilai permasalahan tidak akan selesai apabila energi lebih banyak digunakan untuk mengeluh atau mencari pihak yang dapat dipersalahkan.

“Jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” kata Presiden Prabowo.

Sains dan Teknologi Menjadi Penentu Kemajuan Bangsa

Presiden menjelaskan bahwa perjalanan negara-negara maju tidak dapat dilepaskan dari kemampuan mereka dalam menguasai sains dan teknologi.

Karena itu, Indonesia perlu memperkuat ekosistem penelitian agar hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

“Kuncinya adalah sains dan teknologi,” tegas Prabowo.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia berbakat yang perlu ditemukan, dibina, diberi kesempatan, dan didukung secara berkelanjutan.

Pendekatan rasional, ilmiah, dan berbasis data dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah menghasilkan solusi yang tepat dan terukur.

Prabowo juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial harus dilakukan melalui kajian yang matang.

Kebijakan berbasis bukti diperlukan agar pemerintah tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan asumsi atau pertimbangan sesaat.

Pendidikan Menjadi Fondasi Riset dan Inovasi

Dalam pertemuan tersebut, Presiden turut menyoroti kualitas pendidikan nasional. Prabowo menyebut pendidikan sebagai fondasi utama untuk mencetak generasi yang mampu melahirkan penemuan, paten, inovasi, dan berbagai terobosan teknologi.

Kepala Negara mengakui bahwa investasi Indonesia dalam bidang penelitian dan pengembangan masih perlu ditingkatkan.

“Investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya,” ujar Prabowo.

Pemerintah, lanjut Presiden, akan memperkuat investasi di sektor pendidikan melalui pembenahan kondisi sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pembangunan sekolah unggulan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka dunia agar kualitas pendidikan Indonesia semakin kompetitif.

Prabowo menyampaikan bahwa tantangan pendidikan nasional tidak sederhana. Ratusan ribu sekolah tersebar di wilayah pegunungan, pulau terluar, dan daerah terpencil sehingga membutuhkan dukungan kebijakan, anggaran, dan teknologi yang mampu menjangkau seluruh peserta didik.

Inovasi Anak Bangsa Dipamerkan di Istana

Sebelum berdialog dengan para periset, Presiden Prabowo meninjau berbagai hasil penelitian dan inovasi BRIN yang mencakup sektor energi, kesehatan, pangan, pertahanan, kedirgantaraan, pengolahan air, hingga pengelolaan sampah.

Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah unit pengolahan air darurat yang dapat mengolah air banjir, air payau, air tanah, dan air sungai menjadi air siap minum.

Teknologi tersebut telah digunakan untuk mendukung penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

BRIN juga memamerkan pengembangan pesawat N219, satelit penginderaan jauh NEO-1, pesawat udara nirawak Alap-Alap, kapal nelayan bertenaga listrik, kendaraan listrik, teknologi kesehatan, hingga sepatu sekolah berbahan karet lokal.

Di sektor lingkungan, BRIN mengembangkan teknologi pengelolaan sampah dalam berbagai skala serta material konstruksi ramah lingkungan.

Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah genteng berbahan limbah sawit dan serabut kelapa yang dinilai lebih ringan sekaligus memanfaatkan bahan baku lokal.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pertemuan tersebut memberikan semangat kepada para peneliti untuk terus menghasilkan inovasi.

Ia menilai kehadiran para periset di Istana menunjukkan komitmen pemerintah dalam menempatkan riset sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan sekitar 150 periset BRIN menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

Kemajuan bangsa juga membutuhkan pendidikan berkualitas, keberanian menghadapi fakta, investasi riset yang memadai, serta kemampuan mengubah hasil penelitian menjadi teknologi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui penguatan kerja sama antara pemerintah, periset, perguruan tinggi, dan dunia industri, berbagai inovasi anak bangsa diharapkan dapat lebih cepat diterapkan dan dihilirisasi sebagai penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber Foto: Sekretariat Presiden

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co