Sebulan Mengabdi, Mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Pamit dari Desa Galumpit
PURWAKARTA,suaranews.co – Setelah menjalani pengabdian selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Kelompok 8 resmi berpamitan kepada Pemerintah Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Suasana penuh keakraban menyertai momen perpisahan tersebut.
Selain menjadi penanda berakhirnya rangkaian KKN, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan pemerintah desa untuk menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terbangun selama masa pengabdian.
Selama berada di Desa Galumpit, mahasiswa KKN Universitas Kartamulia terlibat dalam berbagai kegiatan yang menyentuh bidang pendidikan, sosial, kemasyarakatan, dan penyuluhan hukum.
Program-program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Dalam acara perpisahan, mahasiswa menyerahkan kenang-kenangan dan sertifikat kepada Pemerintah Desa Galumpit.
Penyerahan tersebut menjadi simbol penghargaan atas dukungan dan penerimaan yang diberikan kepada mahasiswa sejak awal hingga berakhirnya kegiatan KKN.
Sebulan Belajar Bersama Masyarakat
Kegiatan KKN tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Pengabdian tersebut juga memberikan pengalaman langsung dalam memahami kondisi sosial, membangun komunikasi, dan bekerja bersama masyarakat.
Wakil Koordinator Desa (Wakordes) KKN Universitas Kartamulia Kelompok 8 Desa Galumpit, Imad Hamiduddin, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa di desa telah memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga.
“Selama kurang lebih satu bulan berada di Desa Galumpit, kami tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja. Kami juga belajar langsung dari masyarakat tentang kebersamaan, tanggung jawab, komunikasi, dan bagaimana menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi di lapangan,” ujar Imad.
Menurutnya, keberhasilan berbagai kegiatan KKN tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Desa Galumpit dan partisipasi masyarakat. Keterlibatan warga membuat setiap program dapat dilaksanakan dalam suasana kolaboratif.
Membawa Pulang Pengalaman dan Kenangan
Imad menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Galumpit dan seluruh masyarakat yang sudah menerima, membantu, serta mendukung kegiatan kami. Kami menyadari masih terdapat kekurangan selama melaksanakan pengabdian. Karena itu, kami juga memohon maaf apabila ada perkataan, sikap, ataupun kegiatan yang kurang berkenan,” katanya.
Ia berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Galumpit.
“Kami datang membawa rencana, tetapi pulang dengan pengalaman dan pelajaran yang jauh lebih banyak. Perpisahan ini bukan berarti silaturahmi berakhir. Kami berharap hubungan yang sudah terjalin dapat terus dijaga meskipun kegiatan KKN telah selesai,” lanjut Imad.
Bagi mahasiswa, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bekal penting ketika nantinya kembali ke lingkungan kampus maupun terjun ke tengah masyarakat.
Beragam dinamika yang dihadapi selama KKN turut melatih kepekaan sosial, kemampuan bekerja sama, dan rasa tanggung jawab.
Perpisahan mahasiswa KKN Universitas Kartamulia Kelompok 8 dengan Pemerintah Desa Galumpit menjadi penutup perjalanan pengabdian selama satu bulan.
Kendati kebersamaan secara formal telah berakhir, pengalaman, kenangan, dan silaturahmi yang terbentuk diharapkan tetap terjaga.
Mahasiswa meninggalkan Desa Galumpit dengan membawa pelajaran yang tidak hanya diperoleh dari ruang perkuliahan, tetapi juga dari kehidupan masyarakat yang telah menerima mereka sebagai bagian dari desa selama pelaksanaan KKN.
Sumber Foto: Dokumentasi KKN Universitas Kartamulia Kelompok 8 Desa Galumpit
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co
