September 22, 2026

Puncak World Cleanup Day Jawa Barat Digelar di Purwakarta, 300 Relawan Bergerak Merdekakan Lingkungan dari Sampah

IMG-20260921-WA0001

PURWAKARTA,suaranews.co – Sebanyak 300 relawan dari berbagai elemen masyarakat ambil bagian dalam puncak perayaan World Cleanup Day (WCD) 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipusatkan di Alun-Alun Purwakarta, Minggu (20/9/2026).

Mengangkat tema nasional “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”, kegiatan tersebut memadukan aksi bersih-bersih, edukasi lingkungan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

Puncak World Cleanup Day Jawa Barat 2026 menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Tema yang dipilih juga menegaskan peran strategis generasi muda dalam menjaga lingkungan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Selain melaksanakan aksi pungut sampah atau plogging, para relawan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.

Kebiasaan tersebut dinilai menjadi langkah mendasar dalam mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Gerakan Tak Berhenti pada Perayaan

Leader World Cleanup Day Jawa Barat, Fajar Amali Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat aksi lingkungan secara berkelanjutan.

“Kegiatan Puncak World Cleanup Day 2026 ini bukan hanya sekadar perayaan, namun sebuah pengingat dan refleksi bahwa aksi yang harus kita lakukan untuk lingkungan masih banyak. Harapannya Jawa Barat dapat menjadi Provinsi yang kompak untuk sama-sama membersihkan lingkungan,” ujar Fajar.

Menurutnya, aksi bersih-bersih akan terus dilaksanakan bersama sejumlah mitra hingga memasuki tahap pelaporan pada 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan serta pengurangan sampah di wilayah Jawa Barat.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia turut mendukung pelaksanaan WCD Indonesia.

Gerakan tersebut dinilai dapat membantu pencapaian target pembangunan nasional di bidang lingkungan sekaligus memperkuat implementasi Program Adipura.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Purwakarta, Bayu Nur Setiawan, S.T., M.T.

Sekolah dan Remaja Menjadi Fokus Gerakan

Leader WCD Kabupaten Purwakarta, Agung Kurniawan, mengatakan pelaksanaan tahun ini mengedepankan kolaborasi Pentahelix dengan memberikan perhatian besar kepada kalangan pelajar dan remaja.

“Kegiatan kami saat ini mengusung kolaborasi Pentahelix yang menitikberatkan kepada sekolah-sekolah dan remaja untuk terus melakukan aksi giat dan mulai memilah sampah dari rumah,” ungkap Agung.

Ia berharap ke depan terdapat pembimbingan khusus bagi peserta didik di sekolah masing-masing.

Pendampingan tersebut diperlukan agar kebiasaan memilah sampah dapat ditanamkan sejak dini dan generasi muda tumbuh sebagai pionir dalam mewujudkan lingkungan yang merdeka dari sampah.

Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Tim WCD Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang telah memberikan ruang serta kepercayaan kepada WCD Kabupaten Purwakarta untuk menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi.

Menjawab Ancaman Krisis Lingkungan Global

Tim Pengolahan Data dan Informasi DLH Jawa Barat, Hanifan Adi Nugroho, menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi Triple Planetary Crisis. Krisis tersebut meliputi perubahan iklim, kerusakan dan pencemaran lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati.

“Salah satu penyumbang emisi terbesar pada Climate Change yaitu sektor limbah dan persampahan yang menghasilkan 10 juta ton CO2 ekuivalen dalam rentang waktu 2010–2024. WCD Jawa Barat ini merupakan momentum untuk memberikan fase treatment pendidikan lingkungan hidup kepada masyarakat,” jelas Hanifan.

Merujuk teori ahli neurosains dr. Ryu Hasan, Sp.BS., Hanifan menilai fase pendidikan yang melibatkan unsur Pentahelix dapat membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan mampu membentuk perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Relawan Kumpulkan 27,84 Kilogram Sampah

Dari kegiatan plogging yang dilakukan di kawasan Alun-Alun Purwakarta, para relawan berhasil mengumpulkan sampah dengan berat keseluruhan mencapai 27,84 kilogram.

Sampah tersebut terdiri atas:

  • Sampah organik: 10,16 kilogram
  • Sampah anorganik: 10,82 kilogram
  • Sampah residu: 6,86 kilogram

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian diserahkan kepada Bank Sampah Panulisan untuk dikelola lebih lanjut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara dalam menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendukung ekonomi sirkular.

Puncak World Cleanup Day Jawa Barat 2026 di Purwakarta diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama satu hari.

Sinergi antara masyarakat, institusi pendidikan, komunitas, dan pemerintah perlu dilanjutkan untuk membentuk kebiasaan baru dalam memilah sampah serta menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan menjadikan generasi muda sebagai penggerak utama, World Cleanup Day diharapkan mampu memperluas kesadaran bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui aksi nyata dan konsisten.

Sumber Foto: Dokumentasi World Cleanup Day Jawa Barat

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co