October 11, 2026

Mahasiswa FLS Sampaikan Aspirasi soal Koperasi hingga Karhutla, Utusan Kartamulia Turut Hadir

IMG-20261011-WA0035

JAKARTA, suaranews.co – Perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyampaikan aspirasi mengenai komunikasi publik, penguatan koperasi, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam rangkaian Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Dialog tersebut mempertemukan mahasiswa dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Syahganda Nainggolan dan Menteri Koperasi Fery Juliantono.

Berdasarkan bahan kegiatan yang diterima redaksi, Muhamad Bentang Kusumah turut hadir sebagai utusan Universitas Kartamulia.

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membawa persoalan daerah dan menyampaikan masukan langsung kepada pemerintah.

Keterbukaan Informasi Menjadi Perhatian

Komunikasi pemerintah menjadi salah satu pokok pembahasan.

Mahasiswa menyoroti pentingnya informasi kebijakan yang mudah diakses dan dipahami masyarakat, termasuk di tingkat daerah.

Dalam bahan kegiatan tersebut, pemerataan akses informasi dipandang penting untuk mengurangi kesenjangan pemahaman terhadap kebijakan pusat.

Saluran komunikasi yang terbuka juga diharapkan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Rilis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat adanya usulan dasbor informasi publik.

Menanggapi masukan itu, Bakom menyampaikan bahwa rancangan dasbor komunikasi pemerintah tengah disiapkan agar perkembangan isu yang menjadi perhatian masyarakat dapat dipantau.

Koperasi Diharapkan Menjawab Kebutuhan Ekonomi Desa

Pembahasan ekonomi menempatkan koperasi sebagai salah satu sarana penguatan usaha masyarakat.

Bahan kegiatan yang diterima redaksi memuat dorongan agar pengelolaannya dilakukan secara transparan, modern, dan didukung teknologi digital.

Mahasiswa mengharapkan Koperasi Desa Merah Putih dapat memberi manfaat yang terukur bagi masyarakat, termasuk mendukung wirausaha lokal, keterlibatan generasi muda, dan akses permodalan di daerah.

Dalam rilis kementerian, Fery menjelaskan fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penyerap dan penampung hasil produksi masyarakat.

Penjelasan itu menjadi bagian dari dialog mengenai penguatan ekonomi desa.

Persoalan Karhutla Dibawa ke Forum

Isu lingkungan turut mendapat perhatian melalui pembahasan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Bahan kegiatan menyebut mahasiswa mendorong penanganan yang mencakup mitigasi, penegakan hukum, dan pemulihan ekosistem.

Rilis kementerian juga mencatat aspirasi Khairir Yahya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai mengenai kualitas udara di wilayahnya.

Ia meminta penanganan melalui koordinasi pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat.

Rangkaian aspirasi tersebut memperlihatkan luasnya persoalan yang dibawa peserta, mulai dari akses informasi hingga kebutuhan ekonomi dan lingkungan di daerah.

Bahan kegiatan menyebut mahasiswa berharap masukan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, bahan tersebut belum merinci mekanisme maupun jadwal tindak lanjut atas rekomendasi peserta.