October 26, 2026

Bapak Ucu Bikin Pompa Air Hidrolik Tanpa Listrik

IMG-20261025-WA0007

TASIKMALAYA, suaranews.co – Bapak Ucu bersama anaknya membuat pompa air hidrolik tanpa listrik di Kampung Sukasari, Desa Linggasirna, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Alat tersebut memanfaatkan aliran air untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan di lokasi yang membutuhkan.

Pembuatan pompa dilakukan secara mandiri menggunakan dana pribadi. Pengetahuan mengenai teknologi tersebut diperoleh Bapak Ucu melalui YouTube, kemudian dipelajari dan diterapkan bersama anaknya menjadi alat yang dapat digunakan secara langsung.

Bahan yang digunakan antara lain tabung hidrolik, pipa PVC atau paralon, serta selang high-density polyethylene (HDPE). Selang tersebut berfungsi menyalurkan air menuju titik penggunaan.

Pompa Air Hidrolik Jangkau Selang 50 Meter

Berdasarkan bahan informasi yang tersedia, pompa ditempatkan di pinggiran sungai dengan kedalaman lokasi sekitar 15 meter dari permukaan daratan. Sementara itu, panjang selang dari mesin hingga titik keluarnya air mencapai kurang lebih 50 meter.

Air yang dialirkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan kolam dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Sistem ini memungkinkan air mengalir tanpa listrik untuk menggerakkan pompa, selama kondisi sumber air dan instalasinya mendukung.

Pompa hidram atau pompa ram hidrolik pada prinsipnya memanfaatkan energi dari aliran air untuk mendorong sebagian air menuju tempat yang lebih tinggi. Kinerja dan debit keluaran bergantung pada kondisi sumber air, perbedaan ketinggian, serta rancangan instalasi.

Karena itu, kemampuan alat dalam memasok air secara berkelanjutan perlu disesuaikan dengan kondisi aliran sungai dan kebutuhan pengguna. Perawatan komponen juga tetap diperlukan agar instalasi dapat berfungsi dengan baik.

Belajar dari YouTube, Menghasilkan Teknologi Tepat Guna

Inovasi Bapak Ucu dan anaknya memperlihatkan penerapan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri melalui platform digital. Mereka memanfaatkan informasi yang dipelajari untuk membuat perangkat yang menjawab kebutuhan air di lingkungan sekitar.

Penggunaan pompa tanpa tenaga listrik berpotensi mengurangi biaya operasional dibandingkan pompa bermotor listrik. Namun, besarnya penghematan bergantung pada biaya pembuatan, perawatan, kondisi instalasi, dan kebutuhan air.

Pembuatan alat menggunakan dana pribadi juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi sederhana dapat dimulai dari upaya mandiri. Meski demikian, penerapan teknologi serupa di lokasi lain tetap perlu mempertimbangkan ketersediaan aliran air, kelayakan teknis, keamanan pemasangan, dan kondisi lingkungan.

Karya yang dibuat di Kampung Sukasari tersebut menjadi contoh pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung kebutuhan pengairan masyarakat. Informasi mengenai biaya pembuatan, kapasitas debit air, serta hasil pengujian teknis belum tersedia dalam bahan yang diberikan.