Aksi Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo Berujung Ricuh
JAKARTA, suaranews.co – Aksi penolakan konser Andrea Bocelli di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir ricuh pada Selasa (3/11/2026) malam. Ketegangan terjadi ketika sebagian massa Front Persaudaraan Islam (FPI) berusaha melewati barikade kepolisian agar konser dibatalkan.
Berdasarkan laporan JawaPos.com, kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Sejumlah peserta aksi disebut membakar pembatas jalan berbahan plastik, lalu melemparkannya ke arah petugas. Botol dan petasan juga dilaporkan dilempar ke barisan polisi yang berjaga.
Sebelum aksi berlangsung, sebanyak 2.411 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah disiapkan untuk mengamankan kawasan JIExpo. Pengamanan tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan selama demonstrasi berlangsung.
Aksi tersebut berlangsung di tengah penolakan terhadap konser bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Massa menyuarakan keberatan atas pertunjukan yang tetap berjalan sesuai jadwal. Sebagian peserta aksi juga melontarkan tudingan terkait sikap penyanyi asal Italia itu terhadap Israel.
Massa Berkumpul Sejak Sore
Massa mulai berkumpul di sekitar JIExpo sejak Selasa sore. Sebelum situasi memanas, peserta aksi dilaporkan melaksanakan salat Magrib dan Isya berjamaah, membaca Surah Yasin, serta berdoa bersama.
Di sela aksi, tiga orang perwakilan FPI mendapat kesempatan masuk ke area acara untuk menyampaikan tuntutan kepada pihak promotor. Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Ketua FPI, Habib Muhammad bin Husein Alatas, menyatakan bahwa penyelenggara tetap melanjutkan konser setelah dialog.
Dalam laporan JawaPos.com, ia menyebut tiga tuntutan FPI tidak diterima. Tuntutan tersebut meliputi permintaan agar Andrea Bocelli menyatakan dukungan untuk Palestina di atas panggung, pengibaran bendera Palestina selama konser, serta penyaluran 20 persen keuntungan acara untuk Palestina.
Konser Tetap Digelar di Tengah Ketegangan
Di tengah aksi penolakan, konser tetap berlangsung di dalam JIExpo. Detik.com melaporkan pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.
Media tersebut juga mencatat adanya gesekan antara massa dan aparat di luar lokasi. Namun, situasi tidak berkembang menjadi bentrokan yang meluas.
Sebelumnya, promotor Shoemaker Live menyatakan konser tetap digelar setelah mempertimbangkan dialog dan masukan dari berbagai pihak.
Promotor menyebut acara tersebut membawa pesan perdamaian serta melibatkan program sosial bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Hingga laporan sumber yang ditelaah, belum terdapat keterangan rinci mengenai jumlah korban, kerusakan, ataupun tindakan hukum setelah insiden. Informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dari kepolisian dan pihak terkait.
