July 30, 2026

Inovasi LENTERA di Desa Citalang: Mengubah Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis

IMG-20260729-WA0039

PURWAKARTA, suaranews.co – Penanganan limbah dapur rumah tangga kini mendapat sentuhan inovasi kreatif dari kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Melalui program bertajuk LENTERA, para mahasiswa mengajak masyarakat memanfaatkan limbah minyak goreng bekas (minyak jelantah) menjadi produk olahan bernilai jual tinggi berupa lilin aromaterapi.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini berlangsung hangat pada Senin, 27 Juli 2026, berpusat di lingkungan RW 04 Desa Citalang, Kabupaten Purwakarta.

Berangkat dari keresahan akan dampaknya terhadap lingkungan serta melihat tingginya keaktifan ibu-ibu kader PKK dalam mengumpulkan limbah dapur, program ini hadir sebagai solusi ramah lingkungan yang sekaligus berpotensi membuka peluang usaha baru.

Penggunaan minyak goreng secara berulang hingga menjadi limbah kerap kali dibuang sembarangan dan mencemari saluran air pemukiman.

Di sisi lain, kebiasaan positif ibu-ibu kader PKK di RW 04 Desa Citalang yang rajin mengumpulkan limbah jelantah menjadi potensi besar yang sayang jika tidak dioptimalkan secara ekonomi.

Edukasi Bahaya Limbah hingga Formula Lilin Aromaterapi

Rangkaian acara diawali tepat pukul 13.00 WIB dengan penyampaian materi edukatif mengenai potensi bahaya pembuangan minyak jelantah bagi kelestarian tanah dan ekosistem air.

Setelah pemahaman lingkungan terbangun, tim KKN-T IPB memaparkan tata cara pengolahan minyak bekas tersebut menjadi lilin aromaterapi, lengkap dengan penjelasan komposisi bahan pendukung dan teknik pewarnaan serta pengharuman yang aman.

Praktik Langsung dan Peluang Wirausaha Desa

Sesi berlanjut ke tahap praktik mandiri di mana ibu-ibu warga RW 04 terlibat langsung dalam meracik dan mencetak lilin aromaterapi mereka sendiri.

Setiap peserta berkesempatan membawa pulang lilin hasil buatan masing-masing sebagai bukti konkret dari keterampilan baru yang telah diserap.

Seluruh rangkaian pelatihan ini ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 15.30 WIB yang mengabadikan antusiasme kolaborasi antara warga dan mahasiswa IPB.

“Harapannya kegiatan ini dapat membantu memunculkan ide kreatif bagi masyarakat dan barangkali suatu waktu bisa terbentuk UMKM dari ilmu yang sudah kami bagikan di sini, sekaligus membantu pencegahan pencemaran lingkungan karena limbah minyak jelantah dari rumah tangga,” ujar Nanda, Koordinator KKN-T IPB Desa Citalang.

Melalui program LENTERA, sinergi antara akademisi dan warga Desa Citalang membuktikan bahwa kepedulian lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi warga.

Inovasi sederhana ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolaboratif menuju desa yang lebih bersih, mandiri, dan kreatif.

Sumber Foto: Tim KKN-T IPB Desa Citalang

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co