August 21, 2026

10 Warga Purwakarta Terlantar di Kalimantan, Aa Komara Desak Prabowo Evaluasi Menteri Ketenagakerjaan

IMG-20260821-WA0000

PURWAKARTA,suaranews.co – Belum lama kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia berlalu, kabar mengenai 10 warga Purwakarta yang terlantar di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, memunculkan sorotan terhadap perlindungan tenaga kerja lintas provinsi.

Founder Barisan Uwais Al-Qorni, Aa Komara, mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas, termasuk mencopot Menteri Ketenagakerjaan apabila dinilai tidak responsif dan tidak mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan ketenagakerjaan yang terus berulang.

Sepuluh warga asal Purwakarta, Jawa Barat, dilaporkan telah berada dalam kondisi terlantar selama hampir dua bulan di kawasan hutan Kabupaten Tana Tidung.

Mereka disebut mengalami kesulitan setelah mandor yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut meninggalkan lokasi proyek.

Keluarga para pekerja menyampaikan bahwa hingga kini belum ada kepastian mengenai pembayaran hasil pekerjaan maupun proses kepulangan mereka ke Purwakarta.

Letak proyek yang jauh dari kawasan perkotaan turut menyulitkan para pekerja memperoleh bantuan dan akses komunikasi.

Soroti Lemahnya Perlindungan Pekerja Lintas Provinsi

Aa Komara menilai peristiwa tersebut bukan kasus pertama. Menurutnya, sejumlah pekerja proyek yang direkrut dari luar provinsi pernah mengalami persoalan serupa, khususnya mereka yang ditempatkan di kawasan pedalaman, hutan, pulau terpencil, serta lokasi yang sulit dijangkau.

Ia menuturkan pernah berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Purwakarta dalam upaya memulangkan sejumlah tenaga kerja asal Purwakarta yang terjebak proyek fiktif di Kupang, Nusa Tenggara Timur, beberapa tahun lalu.

“Tipikal kasusnya hampir serupa. Kami menilai mesti ada perbaikan regulasi maupun perlindungan dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk secara detail memproteksi sekaligus memonitor setiap pekerjaan proyek yang perekrutannya melibatkan warga lintas provinsi,” ujar Aa Komara.

Menurut dia, pengawasan perlu dilakukan sejak tahap perekrutan, penempatan, pelaksanaan pekerjaan, pembayaran upah, hingga pemulangan pekerja.

Langkah tersebut diperlukan agar pekerja tidak kembali menjadi korban tindakan semena-mena pihak yang mengendalikan proyek.

Minta Pemerintah Lebih Responsif

Selain menyangkut perlindungan pekerja, Aa Komara menilai persoalan tersebut berpotensi menimbulkan sensitivitas antardaerah apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“Selain memicu keprihatinan, hal ini jelas dapat menimbulkan ketersinggungan antardaerah atau potensi disharmoni manakala ada warga dari suatu provinsi atau terafiliasi ke suatu suku yang nasibnya nelangsa di wilayah provinsi lain,” katanya.

Ia mengingatkan pemerintah agar lebih peka terhadap berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi persatuan nasional.

Pernyataannya mengenai dinamika di sejumlah wilayah merupakan pandangan Aa Komara yang disampaikan dalam konteks desakan agar pemerintah melakukan deteksi dan penanganan dini.

“Pasca perayaan HUT RI ini, sepatutnya kita harus lebih peka terhadap hal-hal yang dapat memantik potensi disintegrasi bangsa. Setiap dinamika yang menyangkut marwah kewilayahan harus dideteksi lebih dini agar tidak berkembang liar menjadi isu yang sensitif,” tuturnya.

Atas dasar itu, Aa Komara meminta Presiden Prabowo mengevaluasi secara serius kinerja Menteri Ketenagakerjaan.

“Untuk itu, kami mendesak kepada Presiden Prabowo agar memecat Menteri Tenaga Kerja jika tidak responsif dan solutif terhadap segala dinamika ketenagakerjaan yang teraktual dan yang tipikal kasusnya selalu berulang,” pungkasnya.

Pekerja Berupaya Mencapai Kawasan Kota

Di tengah ketidakpastian tersebut, para pekerja dilaporkan berusaha meninggalkan lokasi proyek dan menuju kawasan yang lebih ramai.

Keluarga menyebut mereka harus menumpang kendaraan milik penduduk yang kebetulan melintas.

“Mereka sekarang ikut menumpangi mobil penduduk yang melintas supaya bisa mencapai wilayah kota,” kata pihak keluarga.

Komunikasi dengan keluarga juga sempat terkendala karena lokasi tempat para pekerja berada sulit mendapatkan jaringan telepon.

Keluarga berharap pemerintah dan pihak terkait segera membantu proses evakuasi serta memastikan seluruh pekerja dapat kembali ke Purwakarta dengan selamat.

Barisan Uwais Al-Qorni merupakan forum komunitas yang mengagumi sosok Uwais Al-Qorni.

Dalam kisah Islam, Uwais dikenal sebagai pemuda sederhana yang sangat memuliakan ibunya serta dihormati oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, termasuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib.

Kasus 10 warga Purwakarta di Kalimantan Utara menegaskan pentingnya pengawasan terhadap perekrutan dan penempatan pekerja lintas provinsi.

Selain memastikan keselamatan dan pemenuhan hak pekerja, pemerintah diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa melalui regulasi, pendataan, serta mekanisme perlindungan yang lebih kuat.

Sumber Foto: Dokumentasi Barisan Uwais Al-Qorni

Keterangan Foto: Ilustrasi desakan Barisan Uwais Al-Qorni kepada Presiden Prabowo Subianto menyusul kabar 10 warga Purwakarta yang terlantar di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co