Sinergi Lintas Sektor di Wonosobo: Standardisasi Pemandu Wisata Gunung Dorong Pariwisata Aman dan Berkelanjutan
WONOSOBO, suaranews.co – Langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pariwisata berkelas dan aman kembali ditegaskan di Kabupaten Wonosobo. Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, Perhutani, dan lembaga pelatihan kerja menjadi pilar utama dalam mencetak tenaga kerja kepariwisataan yang profesional dan berstandar nasional.
Upaya ini ditandai dengan apresiasi mendalam dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Elang Khatulistiwa Indonesia atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Perhutani KPH Wonosobo dalam suksesnya agenda Seleksi dan Standardisasi Pemandu Gunung dan Pemandu Wisata.
Langkah kolaboratif ini menjadi milestone penting bagi penguatan mutu pelayanan pariwisata di kawasan Wonosobo yang kaya akan potensi alam pegunungan dan daya tarik ekowisata.
Komitmen Bersama Dorong SDM Pariwisata Berkualitas
Pembina LPK Elang Khatulistiwa Indonesia, Elis Mulia Sundawati, S.Pd., S.H., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, S.I.P., M.P.P., serta Mantri Perhutani KPH Wonosobo, Anton, atas kepercayaannya dalam menyelenggarakan program standardisasi ini.
Sebagaimana dilaporkan dalam siaran pers resmi LPK Elang Khatulistiwa Indonesia yang diolah secara editorial oleh suaranews.co, keterlibatan aktif institusi pemangku kebijakan dan pengelola kawasan hutan menunjukkan komitmen nyata dalam menaikkan standar serta kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kepariwisataan daerah.
Fokus Keselamatan, Pelayanan Prima, dan Pelestarian
Lebih lanjut, Elis menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa, melainkan pembentukan standar profesi pemandu yang bertanggung jawab.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan pemandu gunung dan pemandu wisata yang kompeten serta profesional, tetapi juga menanamkan komitmen terhadap aspek keselamatan, pelayanan prima, serta pelestarian alam dan budaya,” ungkapnya.
Elis berharap kolaborasi berkelanjutan ini terus diperkuat melalui berbagai program pengembangan kapasitas SDM ke depan.
Menurutnya, kompetensi pemandu wisata merupakan kunci utama dalam menciptakan destinasi yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.
Melalui integrasi peran antara regulator daerah, pengelola kawasan hutan, dan lembaga pelatihan profesional, peningkatan standar pemandu wisata di Wonosobo tidak hanya memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung, tetapi juga menjadi fondasi kuat mewujudkan kepariwisataan daerah yang berdaya saing global dan berkelanjutan.
Sumber Foto: Dok. LPK Elang Khatulistiwa Indonesia
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co
