September 8, 2026

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Soroti Gempa Flores hingga Erupsi Anak Krakatau

IMG-20260907-WA0012

suaranews.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) untuk memantau perkembangan penanganan sejumlah bencana alam di Indonesia, Senin, 7 September 2026.

Rapat digelar secara virtual dari Jakarta dengan membahas kondisi kebencanaan di sejumlah wilayah.

Dalam rapat tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah situasi, mulai dari gempa bumi di Flores, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap.

Rapat terbatas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan bencana berjalan cepat sekaligus mengevaluasi kesiapan menghadapi potensi bencana berikutnya.

Prabowo mengatakan pemerintah perlu terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mendapatkan informasi terkini dari jajaran terkait.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena berada di kawasan Ring of Fire.

Prabowo Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

Dalam rapat tersebut, Prabowo menilai pengalaman menghadapi berbagai bencana harus menjadi bahan evaluasi pemerintah, terutama dalam memperkuat sistem mitigasi.

Presiden meminta alokasi anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan. Ia juga meminta Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas menyiapkan perencanaan penguatan sarana dan sumber daya penanggulangan bencana.

Prabowo menekankan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak boleh hanya dilakukan setelah kejadian berlangsung. Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan langkah mitigasi jauh sebelum bencana terjadi.

Penanganan Bencana dan Pemanfaatan Teknologi

Prabowo juga mengapresiasi respons pemerintah dalam menangani sejumlah bencana yang terjadi sebelumnya, termasuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selain penguatan sumber daya, pemerintah didorong memanfaatkan teknologi untuk mendukung penanggulangan bencana.

Salah satu yang dibahas adalah pemanfaatan drone yang dapat membawa serta menjatuhkan air dan pengembangan teknologi modifikasi cuaca.

Dalam rapat tersebut, perkembangan penanganan pascagempa di Flores juga menjadi perhatian.

Presiden meminta laporan mengenai kondisi wilayah terdampak dan memastikan daerah yang membutuhkan penanganan mendapatkan dukungan untuk proses pemulihan.

Erupsi Anak Krakatau Jadi Perhatian

Aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi bagian dari situasi kebencanaan yang dipantau pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengimbau masyarakat di Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan petugas.

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diminta menjaga kesehatan, termasuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu cukup pekat.

Rapat terbatas yang dipimpin Prabowo menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Penguatan anggaran mitigasi, kesiapan sumber daya, pemanfaatan teknologi, serta koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan efektif.

Presiden juga menekankan agar langkah mitigasi disiapkan sejak dini sehingga pemerintah tidak hanya bertindak setelah bencana terjadi.

Sumber Foto: Sekretariat Presiden / Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co