Order Fiktif Kembali Resahkan Driver Ojol Batam, Gojek Diminta Bekukan Akun Nakal
BATAM,suaranews.co – Persoalan order fiktif kembali menjadi sorotan di kalangan pengemudi ojek online (ojol) di Batam.
Sejumlah driver meminta Gojek memperketat sistem pengawasan dan memberikan sanksi tegas terhadap akun pelanggan yang terbukti berulang kali membuat pesanan tidak nyata.
Bagi driver, order fiktif bukan hanya persoalan pembatalan pesanan. Aktivitas tersebut dapat membuat pengemudi membuang waktu, tenaga, hingga biaya operasional karena telah bergerak menuju titik penjemputan atau pengambilan pesanan.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah driver ojol di Batam yang merasa aktivitas akun-akun nakal semakin mengganggu pekerjaan mereka.
Mereka berharap aplikator tidak hanya memberikan sanksi kepada pengemudi yang melakukan pelanggaran, tetapi juga mengambil tindakan terhadap pelanggan apabila terbukti menyalahgunakan layanan.
Driver Diminta Bergerak, Pesanan Berujung Batal
Salah seorang driver ojol, Emau, mengatakan order fiktif memberikan dampak langsung terhadap pengemudi karena setiap pesanan berkaitan dengan waktu dan penghasilan mereka.
Menurut Emau, driver kerap sudah meluangkan waktu dan bergerak menuju lokasi yang tertera dalam aplikasi, tetapi pesanan kemudian dibatalkan atau diketahui tidak benar-benar dilakukan oleh pelanggan.
“Jadi bukan sekadar mengganggu, tetapi juga merugikan dan membuat kami para driver resah saat menjalankan orderan tersebut,” kata Emau.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius aplikator agar aktivitas para driver tidak terus terganggu oleh akun yang sengaja membuat pesanan fiktif.
Minta Akun Terbukti Nakal Diberi Sanksi
Para driver berharap mekanisme pengaduan yang tersedia di aplikasi dapat ditindaklanjuti secara serius.
Jika sebuah akun terbukti melakukan pelanggaran secara berulang, mereka meminta agar aplikator tidak ragu memberikan sanksi, termasuk pembekuan atau pemblokiran akun.
“Jika terbukti melakukan pelanggaran, akun tersebut dinilai layak mendapatkan sanksi tegas hingga pemblokiran, jangan kami para driver aja yang diperlakukan seperti itu, pelanggan seharusnya juga dilakukan seperti itu,” ujar Emau.
Selain penindakan, driver juga mendorong adanya penguatan sistem keamanan aplikasi untuk mempersempit celah yang dapat dimanfaatkan dalam membuat order fiktif.
Driver Usul Identitas Akun Diperketat
Driver lainnya, Leo, menilai aspek identitas pelanggan juga dapat menjadi salah satu bagian yang diperkuat oleh aplikator.
Ia mengusulkan agar nama akun yang digunakan dalam layanan dapat lebih jelas terhubung dengan identitas yang telah didaftarkan.
“Seperti nama akun, seharusnya nama sesuai identitas yang didaftarkan, jadi celah untuk fiktif bisa diminimalisir, seperti akun Dana, nama akunnya sesuai dengan identitas yang didaftarkan,” kata Leo.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan akuntabilitas pengguna layanan sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan aplikasi.
Bagi para driver ojol, setiap order memiliki nilai ekonomi karena menjadi bagian dari pendapatan harian mereka.
“Karena itu, kami berharap aplikator tidak membiarkan ulah segelintir akun nakal mengganggu aktivitas dan mata pencaharian para pengemudi,” harap Leo.
Keluhan mengenai order fiktif tersebut diharapkan mendapat perhatian dari Gojek.
Para driver meminta adanya perlakuan yang adil dalam penegakan aturan, termasuk terhadap pelanggan yang terbukti menyalahgunakan layanan.
Hingga berita ini disusun, pihak Gojek belum berhasil dimintai keterangan terkait keluhan driver ojol Batam mengenai dugaan order fiktif tersebut.
Sumber Foto: Dok. Driver Ojol
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co
