Warga Cluster Botanica Desak Realisasi Keamanan 24 Jam dan Evaluasi Tarif IPL
PURWAKARTA,suaranews.co – Warga Cluster Botanica, Samesta Royal Campaka, Kabupaten Purwakarta, menuntut pengembang merealisasikan fasilitas keamanan 24 jam dan sistem satu pintu yang disebut telah dijanjikan saat promosi perumahan.
Tuntutan tersebut disampaikan melalui audiensi resmi pada 14 September 2026.
Warga juga meminta penghitungan ulang tarif Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) karena simulasi biaya yang diajukan dinilai memberatkan dan tidak rasional.
Audiensi tersebut melibatkan jajaran Pemerintah Desa Campaka, perwakilan RT/RW, serta pihak pengembang Perum Perumnas Proyek Purwakarta.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan surat tuntutan sebagai upaya memperoleh kepastian atas fasilitas dan pengelolaan lingkungan perumahan.
Informasi mengenai hasil audiensi dipublikasikan melalui video akun TikTok Humas RT 26 RW 06 Botanica dengan judul “Menuntut Realisasi Janji, Mengawal Hak Konsumen.”
Keamanan 24 Jam Ditargetkan Aktif 1 Oktober
Melalui surat tuntutan tersebut, warga meminta pos satuan pengamanan diaktifkan sepenuhnya, petugas keamanan disiagakan selama 24 jam, serta akses boom gate mulai diberlakukan pada 1 Oktober 2026.
Fasilitas keamanan dan penerapan one gate system menjadi perhatian karena, menurut keterangan yang disampaikan warga, layanan tersebut belum sepenuhnya terealisasi meskipun disebut telah menjadi bagian dari promosi perumahan.
Warga Minta Tarif IPL Dihitung Ulang
Selain masalah keamanan, warga menyoroti simulasi tarif IPL.
Mereka meminta pengembang melakukan penghitungan ulang atau re-budgeting secara adil, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Warga juga menolak apabila beban biaya dari unit-unit rumah yang belum terjual atau unsold dimasukkan ke dalam perhitungan IPL penghuni.
Mereka turut meminta adanya kejelasan tanggung jawab terhadap pemeliharaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di lingkungan perumahan.
Siap Menempuh Langkah Hukum
Warga menyatakan akan terus mengawal pemenuhan tuntutan tersebut hingga tenggat yang telah disepakati.
Apabila tuntutan diabaikan, mereka menyebut langkah hukum resmi dapat ditempuh untuk memperoleh kepastian dan melindungi hak konsumen.
Audiensi diharapkan menjadi awal penyelesaian persoalan fasilitas keamanan, pengelolaan IPL, serta pemeliharaan lingkungan Cluster Botanica secara terbuka.
Tanggapan lanjutan dari pihak pengembang diperlukan agar tuntutan warga dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan yang jelas.
Sumber Foto: Tangkapan layar video Humas RT 26 RW 06 Botanica/TikTok.
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co
