October 1, 2026

Data Center AI Rp3,5 Triliun Dibangun di Jatiluhur, Peluang Ekonomi dan Isu Lingkungan Jadi Sorotan

IMG-20260930-WA0033

PURWAKARTA, suaranews.co – Pembangunan fasilitas pusat data berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menjadi perhatian publik.

Investasi senilai sekitar Rp3,5 triliun tersebut diproyeksikan memperkuat infrastruktur digital sekaligus membuka ribuan peluang kerja.

Di tengah besarnya potensi ekonomi yang ditawarkan, pembangunan data center AI ini juga memunculkan perhatian terhadap kebutuhan energi, penggunaan air untuk sistem pendingin, kebisingan, dan pengelolaan dampak lingkungan.

Proyek pusat data AI tersebut dirancang memiliki bangunan lima lantai di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi.

Adapun kawasan yang dipersiapkan untuk mendukung pengembangannya mencapai 11 hektare.

Fasilitas ini akan ditunjang kapasitas daya listrik hingga 120 megawatt untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data digital berteknologi tinggi.

Pemerintah memilih kawasan Jatiluhur karena dinilai memiliki keunggulan geografis, relatif aman dari risiko banjir, longsor, dan gempa bumi.

Wilayah tersebut juga mempunyai akses terhadap pasokan listrik dan air bersih yang dibutuhkan dalam pengoperasian pusat data.

Berpotensi Menyerap hingga 3.000 Tenaga Kerja

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, pembangunan hingga pengoperasian fasilitas data center AI diperkirakan mampu menyerap sekitar 2.000–3.000 tenaga kerja.

Pada fase konstruksi, kebutuhan tenaga kerja akan berfokus pada pembangunan gedung beserta infrastruktur pendukungnya.

Proses rekrutmen direncanakan terintegrasi melalui portal ketenagakerjaan daerah Nyari Gawe.

Sementara itu, pada fase operasional dan teknis, tenaga kerja lokal termasuk lulusan perguruan tinggi dan politeknik di Purwakarta dan daerah sekitarnya akan didorong mengikuti program peningkatan keterampilan.

Program tersebut dibutuhkan agar teknisi dan insinyur lokal mampu mengelola pusat data berstandar internasional.

Penggunaan Energi dan Air Harus Diawasi

Dalam video yang diunggah akun TikTok @abilsudarman, pembangunan data center di Jatiluhur turut dibahas dari sisi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Sejumlah hal disoroti, antara lain perlunya sumber energi yang lebih mandiri dan ramah lingkungan, pengendalian tingkat kebisingan, serta penerapan teknologi pendinginan yang tidak membebani ketersediaan air di sekitar kawasan.

Sorotan tersebut dinilai relevan mengingat data center membutuhkan pasokan energi besar dan sistem pendingin yang bekerja secara terus-menerus.

Transparansi mengenai teknologi yang digunakan, kebutuhan sumber daya, pengelolaan limbah, dan hasil kajian lingkungan menjadi penting agar investasi tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga.

Pemerintah daerah dan pengelola disebut telah berkoordinasi dengan PLN serta PDAM untuk memastikan kebutuhan listrik dan air fasilitas dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan domestik masyarakat.

Pemerintah juga berkomitmen memperbaiki akses jalan di sekitar kawasan untuk mendukung kegiatan pembangunan dan operasional.

Kehadiran data center AI di Jatiluhur berpeluang membawa Purwakarta menjadi salah satu pusat penting dalam pengembangan infrastruktur digital nasional.

Investasi besar dan potensi penyerapan tenaga kerja harus diikuti pengawasan lingkungan, keterbukaan informasi, serta keberpihakan terhadap masyarakat lokal.

Jika seluruh aspek tersebut dijalankan secara bertanggung jawab, proyek ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Purwakarta.

Sumber Foto: Bapenda Provinsi Jawa Barat

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co