Vietnam Tersingkir dari Perburuan Final FIFA ASEAN Cup 2026, Kim Sang-sik Akui Persiapan Kurang Matang
BANDUNG,suaranews.co – Langkah Timnas Vietnam menuju final FIFA ASEAN Cup 2026 harus terhenti setelah takluk 0-2 dari Thailand pada pertandingan kedua Grup B.
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung sekaligus mengakui adanya kekurangan dalam persiapan timnya.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) malam WIB, tersebut sekaligus mengakhiri catatan Vietnam yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 28 pertandingan terakhir.
Kekalahan dari Thailand membuat Vietnam dipastikan tidak dapat menjadi juara Grup B. Format turnamen yang menggunakan hasil pertemuan langsung atau head-to-head membuat The Golden Star Warriors kehilangan peluang untuk melaju ke partai final.
Hasil tersebut juga memperlihatkan situasi yang berbeda dibandingkan performa Vietnam saat menjuarai Piala AFF 2026 pada bulan sebelumnya.
Thailand justru tampil lebih efektif dan berhasil membalas hasil kurang memuaskan dalam pertemuan terdahulu.
Kim Sang-sik Meminta Maaf dan Bertanggung Jawab
Mengacu pada laporan Kompas.com yang mengutip The Thao 247, Kim Sang-sik mengawali keterangannya dengan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar Vietnam.
“Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada para penggemar. Para pemain kami telah berusaha sebaik mungkin,” kata Kim Sang-sik.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah menyiapkan pendekatan taktik yang berbeda untuk masing-masing babak.
Namun, rencana tersebut belum mampu menghasilkan hasil yang diharapkan.
“Saya mengembangkan rencana taktik yang berbeda untuk kedua babak, tetapi hasil akhirnya sangat disayangkan,” ujarnya.
Kim menyatakan siap bertanggung jawab atas kekalahan tersebut. Menurutnya, Vietnam melakukan cukup banyak perubahan dalam susunan pemain.
Akan tetapi, kurang matangnya persiapan dinilai menjadi salah satu penyebab utama kegagalan menghadapi Thailand.
“Tim nasional Vietnam melakukan banyak perubahan pada susunan pemain. Saya juga ingin menunjukkan bahwa mungkin persiapan kami yang sebenarnya agak kurang,” ungkapnya.
Absennya Nguyen Xuan Son Pengaruhi Ketajaman Vietnam
Selain persoalan persiapan, Vietnam juga harus bertanding tanpa penyerang andalannya, Nguyen Xuan Son, yang mengalami cedera.
Absennya pemain berdarah Brasil tersebut dinilai memengaruhi kekuatan lini serang The Golden Star Warriors.
Kim Sang-sik meyakini kehadiran Xuan Son berpotensi memberikan perbedaan dalam pertandingan melawan Thailand.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kemungkinan tersebut tidak dapat dijadikan sebuah kepastian.
“Mungkin jika dia ada di lapangan, dia bisa saja mencetak gol hari ini. Tapi itu hanya kemungkinan, hanya ‘kemungkinan’,” jelas Kim.
Kim sebenarnya membutuhkan tenaga Xuan Son dalam pertandingan penting tersebut.
Namun, ia memilih tidak mengambil risiko dan memberikan kesempatan kepada sang pemain untuk memulihkan cedera secara optimal.
“Saya masih perlu berhati-hati karena absennya Xuan Son dan terus fokus pada pertandingan melawan Pakistan,” tuturnya.
Setelah peluang menuju final tertutup, Vietnam kini harus mengalihkan perhatian untuk mempertahankan posisi kedua Grup B. Target tersebut penting agar Nguyen Dinh Bac dan kawan-kawan dapat lolos ke pertandingan perebutan peringkat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026.
Kekalahan dari Thailand menjadi bahan evaluasi besar bagi Kim Sang-sik, khususnya dalam memperbaiki kesiapan tim, menentukan komposisi pemain, serta menjaga ketajaman lini depan untuk pertandingan berikutnya.
Sumber Foto: Kompas.com
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co
