October 1, 2026

Ombudsman Bantah Klaim Kalapas Cibinong: CCTV Disebut Terpasang di Area Rumah Mewah

6abb8a6dac8db

JAKARTA, suaranews.co – Polemik keberadaan kamera pengawas di area rumah berfasilitas mewah dalam Lapas Kelas IIA Cibinong memasuki babak baru.

Ombudsman Republik Indonesia membantah keterangan Kepala Lapas Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto, yang sebelumnya menyampaikan kepada DPR bahwa tidak terdapat CCTV di lokasi tersebut.

Anggota Ombudsman RI, Syafrida Rachmawati, menegaskan bahwa kamera pengawas sebenarnya terpasang di salah satu bangunan yang diperiksa.

Namun, Ombudsman belum dapat memastikan apakah perangkat tersebut berfungsi ketika inspeksi dilakukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Syafrida setelah muncul perbedaan informasi mengenai sistem pengawasan di area yang disebut sebagai klaster mewah Lapas Cibinong.

Menurutnya, tim Ombudsman menemukan keberadaan CCTV ketika melakukan pemeriksaan di lokasi.

“Waktu itu ada di rumah yang putih itu ada CCTV, ya. Ada sebenarnya,” kata Syafrida di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026), sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Ombudsman Belum Memastikan CCTV Berfungsi

Meski memastikan keberadaan kamera pengawas, Syafrida mengaku belum mengetahui kondisi operasional perangkat tersebut.

Ombudsman tidak memperoleh kepastian apakah CCTV dalam keadaan aktif dan merekam aktivitas di sekitar bangunan ketika pemeriksaan dilakukan.

“Tapi, apakah CCTV itu berfungsi atau tidak, kami tidak mengetahui,” ujarnya.

Keterangan Syafrida berbeda dengan penjelasan Wisnu Hani Putranto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XIII DPR, Senin (28/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Wisnu menyebut tidak ada kamera CCTV yang dipasang di area klaster mewah karena perangkat pengawasan hanya ditempatkan di blok-blok bagian dalam lapas.

DPR Pertanyakan Lemahnya Pengawasan

Persoalan CCTV mencuat ketika anggota Komisi XIII DPR, Yanuar Arif Wibowo, mendalami keberadaan foto warga binaan bernama Jimmy Masrin yang terpajang di salah satu bangunan tersebut.

Yanuar mempertanyakan bagaimana barang berukuran besar seperti pigura foto dapat masuk ke lingkungan lapas jika pemeriksaan dan sistem pengawasan berjalan ketat.

“Kenapa tidak ada? Anda tiga tahun loh di sana. Menurut Anda penting enggak ada CCTV di situ untuk pengamanan?” kata Yanuar dalam rapat yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen.

Pertanyaan tersebut mengarah pada evaluasi terhadap sistem keamanan dan pengawasan selama Wisnu memimpin Lapas Kelas IIA Cibinong.

Ombudsman Pastikan Tidak Mengalami Teror

Di tengah sorotan terhadap hasil inspeksi, Syafrida turut menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya ancaman atau teror terhadap tim Ombudsman.

Ia memastikan seluruh pimpinan dan jajaran Ombudsman berada dalam keadaan selamat serta tidak mengalami intimidasi setelah melakukan inspeksi di Lapas Cibinong.

“Alhamdulillah, kami semua dalam keadaan selamat, tidak ada teror yang kami alami. Pimpinan maupun seluruh jajaran, kami mohon doanya semoga kami tetap selamat, sehat, dan bisa menjalankan tugas kami melakukan pengawasan pelayanan masyarakat,” tutur Syafrida.

Perbedaan keterangan antara Ombudsman dan Kepala Lapas Cibinong nonaktif memperkuat desakan agar kondisi sebenarnya di area rumah mewah tersebut diungkap secara transparan.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah CCTV benar-benar berfungsi, siapa yang memiliki akses terhadap rekamannya, serta sejauh mana sistem pengawasan diterapkan di lingkungan Lapas Cibinong.

Temuan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pengawasan lapas agar tidak muncul perlakuan istimewa yang berpotensi mencederai prinsip kesetaraan dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan.

Sumber Foto: Kompas.com

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co