Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Pohon Angsana di Gasibu Ditebang dan Diganti Asem Jawa
BANDUNG, suaranews.co – Penebangan sejumlah pohon angsana di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, menjadi perhatian publik di tengah berlangsungnya proyek penataan halaman depan Gedung Sate.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan dan akan diikuti dengan penanaman pohon pengganti dalam jumlah lebih banyak.
Dedi menyebut pemilihan jenis tanaman tidak hanya didasarkan pada kebutuhan estetika kawasan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mempertimbangkan fungsi ekologis, kemampuan konservasi air, serta manfaat pohon bagi habitat satwa perkotaan.
Penataan kawasan Gedung Sate berdampak terhadap keberadaan sejumlah pohon angsana di sekitar Lapangan Gasibu. Meski demikian, Dedi menegaskan pohon yang terdampak bukan kategori pohon berukuran besar.
Menurutnya, setiap pohon yang ditebang telah diganti dengan puluhan pohon baru yang ditanam di kawasan belakang Gedung Sate.
“Oh iya, terdampak. Pohonnya pohon kecil, bukan pohon besar. Pohonnya pohon angsana dan diganti dengan pohon yang lebih banyak lagi dan sudah ditanam serta sudah tumbuh. Jadi satu pohon diganti oleh 50 pohon. Silakan dicek, pohonnya sudah hidup sekarang di belakang Gedung Sate,” kata Dedi Mulyadi pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagaimana diberitakan Liputan6.com.
Pertimbangan Ekologis di Balik Penggantian Angsana
Dedi menjelaskan, penggantian pohon angsana didasarkan pada pertimbangan keberlanjutan lingkungan dan daya dukung ekosistem perkotaan.
Menurutnya, karakter pohon angsana dinilai kurang optimal dalam mendukung konservasi air apabila ditanam di ruang publik di tepi jalan.
“Angsana itu kan pohon yang, menurut saya, malah harus diganti. Karena ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia menyerap air, bukan menghasilkan air,” ujarnya.
Selain persoalan air tanah, pohon angsana juga dinilai belum memberikan manfaat maksimal sebagai habitat bagi burung liar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Jawa Barat mulai mengarahkan program penghijauan pada jenis pohon yang dinilai memiliki fungsi ekologis lebih kuat.
Asem Jawa Dipilih sebagai Pohon Peneduh Baru
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memperbanyak penanaman pohon asem Jawa sebagai tanaman peneduh di sejumlah ruang publik.
Pohon tersebut dinilai mampu memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kehidupan fauna perkotaan.
“Burung itu enggak bisa tinggal di angsana. Makanya sekarang diganti oleh kita. Kita banyak tanam pohon asem Jawa sekarang,” tutur Dedi.
Sorotan terhadap penebangan pohon muncul bersamaan dengan proyek penataan halaman depan Gedung Sate yang hingga kini masih berlangsung.
Sejumlah pagar proyek masih terlihat menutup kawasan di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Gedung Sate.
Meski pengerjaan belum sepenuhnya selesai, sebagian hasil penataan sudah dapat diakses masyarakat.
Salah satunya ialah jalur baru di Jalan Sentot Alibasyah, sisi timur Lapangan Gasibu, yang sebelumnya memiliki dua jalur dan kini diperluas menjadi tiga jalur.
Pembukaan jalur baru tersebut turut mengubah kondisi sisi timur Lapangan Gasibu. Sejumlah pohon besar yang sebelumnya terlihat berjajar di kawasan tersebut kini tidak lagi ditemukan.
Berdasarkan rekaman historis Google Maps sebelum pembangunan jalur baru dilakukan, terlihat deretan pohon tumbuh di sisi timur Lapangan Gasibu.
Namun, belum diketahui secara pasti apakah deretan pohon tersebut termasuk pohon yang dimaksud dalam penjelasan Dedi Mulyadi atau berada di titik berbeda.
Pemprov Jawa Barat menegaskan penataan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Penggantian pohon angsana dengan asem Jawa serta penanaman puluhan pohon baru diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan sekaligus menjaga kenyamanan ruang publik di pusat Kota Bandung.
Sumber Foto: Liputan6.com/Arya
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co dari laporan asli berjudul “Alasan Dedy Mulyadi Tebang Pohon Angsana Ganti Pohon Asem Jawa” yang tayang di Liputan6.com pada 6 Agustus 2026.
