Inovasi Biopori Mahasiswa KKN-T IPB di Desa Citalang: Solusi Cerdas Atasi Limbah Dapur dan Pulihkan Tanah Tandus
PURWAKARTA, suaranews.co – Upaya menekan volume sampah rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus digalakkan di tingkat tapak.
Pada Sabtu (25/7/2026), tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan program percontohan penanaman resapan biopori di Balai RW 03, Desa Citalang.
Program strategis ini dirancang sebagai langkah inovatif dalam pemanfaatan limbah organik dapur serta solusi alami untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi resapan air di pemukiman warga.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini mendapat antusiasme tinggi dari para pemangku kepentingan setempat. Momen pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua RW 03 Desa Citalang, disusul paparan komprehensif oleh mahasiswa KKN-T IPB mengenai mekanisme teknis, manfaat ekologis, hingga dampak jangka panjang dari lubang resapan biopori bagi lingkungan sekitar. Acara tersebut dihadiri jajaran Ketua RW, kader PKK, perwakilan ketua RT setempat, hingga tokoh masyarakat.
Uji Coba Percontohan di Berbagai Karakteristik Lahan
Usai sesi sosialisasi, agenda dilanjutkan dengan praktik pemuatan dan penanaman biopori di beberapa lokasi sampel yang telah dipetakan sehari sebelumnya.
Karena belum memungkinkannya jangkauan ke seluruh wilayah RT secara bersamaan, kegiatan ini difokuskan sebagai proyek percontohan (pilot project).
Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi dan dijadikan rekomendasi resmi bagi pengurus RT dan RW se-Desa Citalang sebagai model pengelolaan sampah mandiri.
Praktik lapangan dilakukan di tiga titik lokasi dengan karakteristik tanah yang berbeda guna menguji efektivitas penyerapan serta efisiensi proses komposting:
- Area Pemakaman RW 03 Desa Citalang.
- Pekarangan kediaman Pak Anto.
- Pekarangan kediaman Pak Furqon.

Solusi Kesuburan Tanah dan Pengelolaan Sampah Organik
Penggunaan variasi karakteristik tanah pada ketiga titik uji coba ini bertujuan memberikan gambaran komparatif mengenai daya serap dan percepatan pembenahan kualitas tanah.
Limbah dapur rumah tangga yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan mengalami difermentasi alami menjadi kompos, sekaligus membuka pori-pori makro di dalam tanah.
“Penanaman resapan biopori ini sangat baik untuk kesuburan tanah, terutama di beberapa lokasi tandus yang kami temukan, harapannya bisa membantu menyuburkan kembali tanah tandus tersebut dalam jangka panjang,” ujar Nanda, Koordinator Desa Citalang KKN-T IPB.
Melalui sosialisasi dan demonstrasi plot biopori ini, warga Desa Citalang diharapkan dapat mengadopsi teknologi tepat guna tersebut secara mandiri di pekarangan masing-masing.
Langkah kecil pengelolaan sampah organik dari dapur rumah tangga ini diproyeksikan mampu membawa dampak ekologis besar, baik dalam mencegah banjir genangan maupun dalam memulihkan kualitas struktur tanah di wilayah Desa Citalang.
Sumber Foto: Dok. KKN-T IPB Desa Citalang
Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co dari laporan lapangan kegiatan KKN-T IPB Desa Citalang
