Karhutla Kalsel Kian Mengkhawatirkan, Kabupaten Banjar Catat 454 Kejadian dan 2.653 Titik Hotspot
KALIMANTAN,suaranews.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan masih menjadi perhatian serius.
Data yang ditampilkan dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @hasanseff9 menunjukkan Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan angka kejadian karhutla yang tinggi.
Dalam data tersebut, Kabupaten Banjar tercatat mengalami 454 kejadian kebakaran, dengan luas lahan terdampak mencapai 3.106,76 hektare dan 2.653 titik hotspot.
Karhutla di Kalimantan Selatan terus mendapat perhatian seiring masih ditemukannya titik-titik kebakaran di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut juga mendorong koordinasi antara pemerintah, petugas pemadam, BPBD, relawan serta unsur terkait lainnya dalam penanganan di lapangan.
Video yang diunggah akun TikTok @hasanseff9 memperlihatkan sejumlah personel dan relawan yang tengah melakukan koordinasi.
Dalam video tersebut juga ditampilkan peta sebaran karhutla serta data kejadian di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Kabupaten Banjar Catat Angka Tertinggi
Berdasarkan infografis yang ditampilkan dalam video, Kabupaten Banjar tercatat dengan 454 kejadian, luas lahan terdampak 3.106,76 hektare, serta 2.653 titik hotspot.
Angka tersebut menempatkan Kabupaten Banjar sebagai salah satu daerah dengan beban penanganan karhutla yang cukup besar di Kalimantan Selatan.
Sebagai perbandingan, infografis yang sama mencatat Kota Banjarbaru dengan 440 kejadian, luas lahan terdampak 1.807,63 hektare dan 664 titik hotspot. Sementara itu, Kabupaten Tapin tercatat 188 kejadian.
Di wilayah lainnya, Kabupaten Balangan tercatat 68 kejadian dengan luas lahan terdampak 213,51 hektare dan 564 titik hotspot.
Kabupaten Tabalong mencatat 28 kejadian, 174 hektare lahan terdampak dan 283 titik hotspot. Adapun Kabupaten Barito Kuala tercatat 173 kejadian dengan luas lahan terdampak 1.122,5 hektare serta 812 titik hotspot.
Pemerintah Siapkan Usulan Bantuan Presiden
Video tersebut juga menampilkan dokumen Lampiran Nomor S.218/MENHUT/SETJEN/REN.03/9/2026 tertanggal 4 September 2026.
Dokumen itu memuat daftar usulan provinsi serta kabupaten/kota penerima bantuan Presiden untuk penanganan karhutla dengan kejadian tertinggi.
Untuk Kalimantan Selatan, sejumlah wilayah masuk dalam daftar berdasarkan tingkat status dan kondisi karhutla.
Jenis bantuan yang tercantum dalam dokumen antara lain operasi pemadaman, dukungan BBM, sarana dan prasarana, mobilisasi tim penanganan, pompa air, tangki air, selang, alat pelindung diri, bantuan kesehatan, hingga dukungan logistik bagi masyarakat yang terlibat dalam penanganan.
Kriteria yang digunakan dalam dokumen tersebut meliputi luas kebakaran, jumlah hotspot atau fire spot, lokasi kebakaran berulang, keterbatasan sumber air, keberadaan areal vital atau strategis, serta potensi terjadinya trans boundary haze.
Penanganan Karhutla Masih Menghadapi Tantangan
Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan memang masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada wilayah dengan lahan gambut dan sumber air yang terbatas.
Polda Kalimantan Selatan sebelumnya juga menyatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, relawan dan instansi terkait.
Pada September 2026, berbagai langkah pemadaman dan pencegahan terus diperkuat, termasuk penggunaan inovasi cairan pemadam untuk penanganan lahan gambut.
Data dan dokumentasi dalam video tersebut menjadi gambaran mengenai besarnya kebutuhan penanganan di lapangan, terutama bagi daerah yang mencatat kejadian dan titik hotspot dalam jumlah tinggi.
Tingginya angka kejadian dan titik hotspot menunjukkan bahwa karhutla di Kalimantan Selatan masih membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Kabupaten Banjar, dengan 454 kejadian, 3.106,76 hektare lahan terdampak dan 2.653 hotspot berdasarkan data yang ditampilkan dalam video, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tekanan cukup besar.
Koordinasi lintas sektor, dukungan sarana pemadaman, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas.
Foto: Dokumentasi video TikTok @hasanseff9
REFERENSI/SITASI: Artikel ini diolah secara editorial oleh SuaraNews.co berdasarkan video yang diunggah akun TikTok @hasanseff9
