July 21, 2026

Tak Lagi di Samping Presiden, Perubahan Formasi Duduk Wapres Gibran di Sidang Kabinet Jadi Sorotan

IMG_20260721_120029

suaranews.co – Atmosfer berbeda tampak menyelimuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Penataan tempat duduk para pejabat negara yang hadir memicu perhatian publik, khususnya terkait posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berbeda dari susunan protokoler yang biasa terlihat, posisi duduk sang Wakil Presiden kali ini tidak lagi berada di sisi utama Presiden Prabowo Subianto.

Momen tersebut menjadi perbincangan hangat lantaran menggeser pola susunan tempat duduk yang selama ini diterapkan dalam forum-forum resmi kepresidenan.

Perubahan Formasi Tempat Duduk Protokoler

Berdasarkan tayangan video yang dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden serta disiarkan oleh ntvnews.id, Wapres Gibran Rakabuming Raka tampak duduk di barisan meja yang sama dengan para Menteri Koordinator (Menko).

Salah satu pejabat yang berada sejajar di sampingnya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Penyesuaian tata letak ini dinilai tidak biasa, mengingat dalam berbagai kesempatan rapat terbatas maupun sidang kabinet sejak awal periode pemerintahan bahkan pada era kepemimpinan sebelumnya seorang Wakil Presiden secara protokoler selalu mendampingi Presiden di meja utama.

Agenda Evaluasi Tetap Berlangsung Khidmat

Kendati tata letak kursi pimpinan dan jajaran menteri mengalami penyesuaian, dinamika tersebut tidak mengganggu jalannya pertemuan. Sidang Kabinet Paripurna tetap berlangsung secara tertib, khidmat, dan kondusif hingga akhir acara.

Fokus utama pembahasan dalam forum ini tertuju pada evaluasi menyeluruh atas capaian kinerja pemerintah. Selain itu, Presiden dan jajaran kabinet merumuskan langkah-langkah prioritas serta program strategis nasional yang akan diakselerasi ke depan.

Perubahan formasi duduk dalam Sidang Kabinet Paripurna ini memberikan warna baru dalam dinamika protokoler Istana. Meski memicu beragam spekulasi dan perhatian publik, seluruh agenda kerja serta evaluasi program strategis pemerintah tetap berjalan optimal dan fokus pada target prioritas pembangunan nasional.

Sumber Foto: YT Sekretariat Presiden

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co