July 21, 2026

Misteri SINDANGKASIH dalam Sejarah Kepemimpinan KDM dan DALEM SHOLAWAT

IMG-20260721-WA0016

PURWAKARTA, suaranews.co – Purwakarta baru saja menggelar perayaan Hari Jadi nya yang ke-195, berdasarkan titimangsa dari fakta sejarah yang tertuang dalam sebuah besluit / surat keputusan dari Pemerintah Kolonial Belanda bertanggal 20 Juli 1831 No. 2 tentang pengukuhan nama PURWAKARTA sebagai Identitas baru dari pusat pemerintahan Kabupaten Karawang, yang saat itu dipimpin oleh Bupati R.A.A. Soeriawinata, atau yang bernama lahir Raden Muhammad Sirodj dan dikenal dengan julukan DALEM SHOLAWAT, sebagai pihak yang mengusulkan nama PURWAKARTA.

Dalem Sholawat berasal dari trah kerajaan pajajaran yang berpusat di Bogor.

Nama PURWAKARTA bermakna “Awal Kesejahteraan” sebagai cerminan kondisi pada saat itu di mana sebuah wilayah yang baru ditata oleh Dalem Sholawat mengalami kemajuan yang signifikan dan prospektif untuk terus dikembangkan.

Sebelumnya pusat pemerintahan bertitik di Wanayasa, karena berbagai faktor kemudian dipindahkan ke wilayah yang bernama SINDANG KASIH dan kemudian ditata oleh Dalem Sholawat untuk kepentingan kepemerintahan dan berbagai kebutuhan lainnya.

Tentunya saat itu hampir sebagian besar wilayah Sindang Kasih masih berupa hutan belantara yang membutuhkan kerja ekstra untuk disulap menjadi pusat pemerintahan sekaligus tempat hunian yang ideal.

Lahirnya PURWAKARTA tidak lantas menghilangkan Sindang Kasih sebagai wilayah cikal bakal, hingga kini masih dipertahankan menjadi nama Kelurahan di Kecamatan Purwakarta, yaitu Kelurahan Sindang Kasih, tempat di mana kelak seorang pemuda memulai dari titik nol perjalanannya hingga bertransformasi menjadi pejabat publik dan sosok yang sangat populer di republik ini, bahkan hingga luar negeri.

Pemuda itu adalah Dedi Mulyadi yang kini menjelma dengan brand “KDM”. 

Kisah ini diungkapkan oleh KDM sendiri pada pidato sambutannya sebagai Gubernur Jawa Barat pada Rapat Paripurna Hari Jadi Purwakarta ke-195 di gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Senin 20 Juli 2026.

Dalam momentum bernuansa kesejarahan Purwakarta tersebut, KDM mengisahkan sejarah hidupnya di masa masa awal menjadi penduduk Purwakarta.

Sebagaimana diketahui KDM berasal dari Subang yang selepas tamat SMA melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman yang berada di Purwakarta.

KDM bercerita bahwa sampai kapan pun dirinya tidak akan melupakan Purwakarta, karena di sinilah ia mengalami perubahan besar dalam hidupnya dari yang awalnya bukan siapa siapa menjadi seseorang yang memiliki peranan penting.

Di Purwakarta pula, KDM bercerita mengalami dinamika suka dan duka yang menempanya menjadi pribadi yang tangguh.

Kemudian di hadapan hadirin, KDM secara gamblang menyebut tempat pertama kali dirinya berdomisili adalah di wilayah Sindang Kasih lalu bergeser ke wilayah Sukarata.

Di sinilah letak kesamaan historisnya, di mana Dalem Sholawat memulai merintis Purwakarta dari wilayah yang bernama Sindang Kasih begitu pula dengan KDM yang mengawali jejak bersejarahnya dari tempat hunian bernama kelurahan Sindang Kasih dan seterusnya melewati fase sebagai anggota DPRD, Wakil Bupati, Bupati 2 Periode, anggota DPR RI hingga sekarang memimpin provinsi Jawa Barat.

Dengan kata lain, seolah “Sindang Kasih” menjadi Faktor “X” bagi kesuksesan Dalem Sholawat dan KDM sebagai para pemimpin.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, hadir pula perwakilan keluarga Dalem Sholawat dari Kota Bogor, yaitu Raden Muhammad Padmanegara didampingi Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, yang notabene adalah warga Sukarata, sebuah wilayah yang juga pernah dihuni KDM selama di Purwakarta seperti yang disebutkan dalam pidatonya.

Momentum kebersamaan ini menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga Perintis Purwakarta tersebut dengan KDM.

Dalam pembicaraan disebutkan bahwa akan digelar Haul Dalem Sholawat ke-154 di kota Bogor.

Mewakili keluarga, Raden Muhammad Padmanegara mengundang KDM sebagai tamu istimewa di haul tersebut.

2 Tokoh Besar yang meninggalkan sejumlah legacy di Purwakarta, Dalem Sholawat Sang Perintis dan KDM maestro pembangunan Purwakarta, memang sudah waktunya dipertemukan dalam event nostalgia kesejarahan. KDM hadir secara fisik dan Dalem Sholawat hadir secara imajiner.

Sumber Foto: Dokumen Bela Purwakarta / Istimewa

Referensi/Sitasi: Artikel ini diolah secara editorial oleh suaranews.co